Abstract | Pestisida merupakan zat kimia yang digunakan oleh bidang pertanian untuk melindungi tanaman dari serangan hama. Namun, kehadiran pestisida memiliki dampak negatif bagi lingkungan, kesehatan manusia, dan organisme yang hidup di sekitar tempat yang terpapar pestisida secara jangka panjang. Pada lahan pertanian, penggunaan pestisida menyebabkan residu pestisida terakumulasi di air sungai. Sehingga hanya organisme tertentu saja yang dapat bertahan hidup, salah satunya fungi. Penelitian menggunakan air sungai yang diambil sebagai sampel dan dilakukan isolasi untuk mendapatkan fungi yang berpotensi untuk mendegradasi pestisida. Uji potensi fungi dilakukan dengan penanaman fungi hasil isolasi dan pemurnian ke campuran media PDA (Potato Dextrose Agar) dan klorpirifos, pengukuran diamater koloni yang tumbuh pada media tersebut, dan identifikasi fungi sampai tahap genus yang memiliki potensi besar dalam mendegradasi pestisida. Lokasi pengambilan sampel berada di enam titik stasiun Sungai Mengaji dan Prukut Kabupaten Banyumas. Lokasi analisis sampel berada di Laboratorium Mikologi dan Fitopatologi Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah memperoleh isolat fungi dari sungai Mengaji dan Prukut Kabupaten Banyumas, mendeteksi kemampuan fungi dalam mendegradasi pestisida, dan mengetahui genus isolat terbaik dalam mendegradasi pestisida. Isolat fungi yang diperoleh dari keenam stasiun Sungai Mengaji dan Prukut Kabupaten Banyumas terdiri dari 25 isolat yaitu F1, F2, F3, F4, F5, F6, F7, F8, F9, F10, F11, F12, F13, F14, F15, F16, F17, F18, F19, F20, F21, F22, F23, F24, dan F25. Isolat fungi asal Sungai Mengaji dan Prukut Kabupaten Banyumas yang memiliki kemampuan tinggi dalam mendegradasi pestisida antara lain F12, F21, F24, dan F25. Genus isolat terbaik dalam mendegradasi pestisida setelah dilakukan identifikasi secara makroskopis dan mikroskopis adalah Trichoderma sp. |