Abstract | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak latihan passing pasif dan aktif terhadap kemampuan passing. Metode yang diterapkan adalah eksperimen dengan desain penelitian two group pretest posttest. Populasi yang diteliti adalah seluruh anggota tim futsal FIKes putra yang berjumlah 30 atlet, dengan penggunaan teknik purposive sampling untuk mendapatkan sampel sebanyak 20 atlet berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah tes mengumpan dan mengontrol bola yang telah dimodifikasi dari Abdul Narlan (2017), dengan validitas sebesar 0.707 dan reliabilitas sebesar 0.812. Analisis data terdiri dari uji prasyarat dan uji hipotesis. Dari hasil penelitian, disimpulkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan passing aktif terhadap ketepatan passing, sebagaimana dibuktikan oleh hasil uji paired sample t-test dengan nilai signifikansi yang sangat rendah (p < 0,001). (2) Demikian pula, latihan passing pasif juga menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap ketepatan passing, dengan hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikansi yang berada di bawah ambang batas yang ditetapkan (p = 0,021). (3) Selain itu, perbedaan yang signifikan terlihat antara kelompok yang menjalani perlakuan (treatment) dan kelompok kontrol dalam hal ketepatan passing, sesuai dengan hasil uji independent t-test yang menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,021.ÃÂÃÂ Enhancing futsal passing accuracy: Exploring the impact of passive and active passing training methodsÃÂÃÂ Abstract: This study aimed to evaluate the impact of passive and active passing training methods on passing ability. The method applied was an experiment with a two-group pretest-posttest research design. The population under study comprised all male members of the FIKes futsal team, totaling 30 athletes, with a purposive sampling technique used to obtain a sample of 20 athletes based on inclusion and exclusion criteria. The data collection instrument utilized was a modified passing and ball control test developed by Abdul Narlan (2017), with a validity of 0.707 and a reliability of 0.812. Data analysis consisted of prerequisite tests and hypothesis testing. From the research findings, it was concluded that: (1) There was a significant impact of active passing training on passing accuracy, as evidenced by the results of the paired sample t-test with a very low level of significance (p < 0.001). (2) Similarly, passive passing training also showed a significant influence on passing accuracy, with statistical test results indicating significance below the established threshold (p = 0.021). (3) Furthermore, a significant difference was observed between the treatment and control groups in terms of passing accuracy, in line with the results of the independent t-test which showed a significance value of 0.021. |