Abstract | Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, memiliki potensi wisata alam, wisata budaya, dan wisata pendidikan yang dilengkapi dengan homestay, warung kopi, dll. Namun, dalam pengelolaannya terdapat permasalahan antara lain; pengunjungnya mengalami penurunanrata-rata 60 %, masih terbatas pada wisatawan domestik, tempat wisata jauh dari jalan utama,akses jalannya sempit dan rusak. Program pengembangan desa wisata di Desa Pandansari direncanakan 3 (tiga) tahun ke depan dengan melalui konsep makro dan mikro dengan membetukzona utama dan zona pendukung untuk membentuk jalur keterhubungan antar zona dan obyekdaya tarik wisata. Zona Utama adalah menuju wisata Desa Pandansari. Zona Pendukung adalahdimulai dari Desa Taraban, Kretek, Wanatirta, Ragatunjung Cipetung, Pandansari. Program tahunpertama antara lain: sosialisasi perencanaan zona, penyegaran kelompak bumdes dan pokdarwis, serta penguatan UMKM yang sudah ada diberikan bekal manajemen pemasaran dan penguatan modal melalui pembentukan prakoperasi syariah. Kegiatan dengan membuat rencanapengembangan usaha Bumdes, pengembangan wisata alam yang sudah ada dengan membuatkonsep yang unik dan menarik Masyarakat yaitu wisatawan bertani. Kendala program ini adalahpetani belum bisa mendukung sepenuhnya adanya konsep wisata yang akan direncanakan. Halini dikarenakan kebutuhan petani yang mendesak, biaya yang segera ada. Mereka masih berpikir,bahwa pariwisata, tidak bisa memberi kontribusi dalam waktu yang segera. |