Abstract | Verticultural plant cultivation can overcome the problem of limited land in agricultural fields. Verticulture is a method of cultivating plants which is done by placing planting media in containers such as paralon, large bamboo, gutters, large buckets and others which are arranged vertically. Verticulture system cultivation, a plant that is suitable for cultivation is the Arugula plant. However, with verticulture cultivation there is a problem where continuous watering of the planting media causes the media to become solid. The planting media in paralon is attempted to maintain the humidity of the media so that it can provide the nutrients needed by plants which have good drainage and aeration by using coconut fiber planting media and husk charcoal where the media has porous properties, maintains the humidity of the planting media, has good aerase and drainage. good, and provides nutrients for plants. The research method used a randomized block design (RBD) consisting of 4 control treatments (soil), SK1AS1 (coconut fiber 1:1 husk charcoal), SK1AS2 (coconut fiber 1:2 husk charcoal), SK2AS1 (coconut fiber 2:1 husk charcoal) with 6 groups. This treatment has a real influence on the quality of plant results, namely plant wet & dry weight (g), vitamin C (mg/g), chlorophyll (mg/l) and carotenoids mg/l). At the verticulture level, where there are upper (A), middle (B) and lower (C) levels, it has a relative influence on the quality of the plants because of the absorption of nutrients from the upper verticultural level downwards.ÃÂ Keywords: arugula, charcoal husk, coconut fiber, verticultureÃÂ INTISARIBudidaya tanaman vertikultur dapat mengatasi permasalaham lahan sempit diliahan pertanian. Vertikultur merupakan cara budidaya tanaman yang dilakukan dengan menempatkan media tanam dalam wadah seperti paralon, bambu besar, talang, ember besar dan yang lainnya yang disusun secara vertical. budidaya sistem vertikultur tanaman yang cocok untuk di budidayakan adalah tanaman Arugula. ÃÂ Namun dengan budidaya vertikultur terdapat masalah dimana dengan penyiraman terus menerus pada media tanam menyebabkan media menjadi padat. Media tanam dalam paralon diusahakan untuk menjaga kelembapan media agar dapat menyediakan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman yang memiliki drainase dan aerasi baik dengan memanfaatkan media tanam serabut kelapa dan arang sekam dimana mdia tersebut memiliki sifat berpori, menjaga kelembapan media tanam, memiliki aerase dan deranase yang baik, dan menyediakan nutrisi bagi tanaman. Metode penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) terdiri atas 4 perlakuan kontrol(Tanah), SK1AS1(Serabut kelapa 1:1 Arang sekam), SK1AS2(Serabut kelapa 1:2 Arang sekam), SK2AS1(Serabut kelapa 2:1 Arang sekam) dengan 6 kelompok. Pada perlakuan tersebut memberikan pengaruh nyata terhadap kualitas hasil tanaman yaitu Bobot basah&kering tanaman (g), vitamin C (mg/g), klorofil (mg/l) dan karotenoid mg/l). Pada tingkatan vertikultur dimana terdapat tingkatan atas(A), Tengah(B) dan bawah(C) relatif berpengaruh terhadap hasil kualitas tanaman karena adanya penyerapan nutrisi dari tingkat vertikultur atas turun kebawah.ÃÂ Kata kunci: arugula, arang sekam, serabut kelapa, vertikultur |