Abstract | Chicken drumstick mushrooms (Coprinus comatus OF. Mull. Pers), adalah salah satu dari ratusan jenis jamur pangan (edible) yang memiliki potensi dan khasiat sebagai nutrasetikal sebagai obat herbal. Manfaat jamur ini adalah sebagai agen anti-inflamasi, suplemen antioksidan, anti-diabetes, anti-kolesterol, dan anti-kanker. Senyawa aktif yang terkandung pada jamur ini sangat beragam, seperti kelompok senyawa fenolik, senyawa aromatik, dan polisakarida. Kandungan senyawa bioaktif yang berperan sebagai antioksidan seperti rutin, quercetin, polifenol, dan tokoferol terkandung ekstrak etanol C. comatus. Potensi senyawa bioaktif dari jamur ini memang sudah banyak dilaporkan, namun jamur C. comatus lokal hasil kultivasi di Indonesia masih perlu di eksplorasi lebih lanjut, apalagi cukup banyak perbedaan kandungan senyawa yang ada pada jamur liar (wild) dan jamur hasil kultivasi (cultivated). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analisis, dimana sampel jamur hasil kultivasi di ekstraksi menggunakan metode maserasi. Hasil ekstraksi kemudian di uji dan diidentifikasi kandungan senyawa bioaktifnya dengan menggunakan pengujian kualitatif dan kuantitatif dengan instrumen gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS) dengan menggunakan kolom universal. Hasil GC-MS kemudian di karakterisasi dan dibandingkan dengan hasil pencocokan dengan data yang ada di beberapa situs chemicals database. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identifikasi kualitatif ekstrak C. comatus mengandung flavonoid, alkaloid, dan triterpenoid. Sementara terdapat 10 jenis senyawa hasil identifikasi menggunakan GC-MS. |