Abstract | Kekurangan gizi pada ibu hamil dapat meningkatkan resiko bayi berat lahir rendah, keguguran, dan kesehatan ibu dan anak. Puskesmas I Sumbang ditemukan ibu hamil dengan anemia 22,70%, KEK 36,56%, adanya pandemi menurunkan kunjungan ibu karena kekhawatiran tertular COVID-19. Tujuan kegiatan menerapkan model networking antara ibu hamil, kelas ibu hamil dan puskesmas serta perguruan tinggi (Unsoed) dalam upaya Optimalisasi Gizi Kehamilan Selama Pandemi Covid 19. Seorang ibu hamil diharapkan siap menjadi ibu hebat selama Covid-19 artinya menerima kehamilan, berusaha menjaga kehamilan dan memenuhi kebutuhan gizi yang optimal selama hamil diàPandemi Covid 19. Metode kegiatan ini diawali dengan Forum Group Discussion (FGD) dengan mitra (bidan, petugas gizi dan kepala puskesmas Sumbang I) yaitu kesepahaman tentang permasalahan gizi kehamilan di masa pandemic Covid-19 dan merancang media intervensi. Selanjutnya dilakukan edukasi model networking dengan khalayak sasaran ibu hamil dan kader dengan WhatApps Group. Hasil kegiatan ini rata-rata pengetahuan yaitu 7,2 untuk pretest dan meningkat menjadi 9,2 untuk posttest. Ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan intervensi pada remaja putri dalam upaya pencegahan anemia, p (value) = 0,017 < ñ (0,05). Kegiatan ini memberikan stimulan untk meningkatkan kerjasama networking antara pihak puskesmas dengan ibu hamil dan kader dalam mendukung perbaikan gizi ibu hamil.Kata kunci: networking, gizi kehamilan, covid-19 |