Abstract | Markisa ungu mengandung komponen nutrisi dan fitokimia non nutrisi, dan potensinya pada beberapa kondisi medis telah dilaporkan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi potensi antidiabetes sari markisa ungu. Penelitian true experimental ini menggunakan 30 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Wistar, dibagi 5 kelompok: I) kontrol normal,ÃÂÃÂ II) kontrol DM, dan III, IV, V perlakuan sari markisa ungu dosis 1,05; 2,1; dan 4,2mL/200gBB/hari melalui sonde, selama 21 hari. Induksi diabetes dengan aloksan intraperitoneal 120mg/kgBB dosis tunggal. Sampel darah diambil sebelum induksi, setelah induksi dan setelah perlakuan, melalui vena infra orbita. Kadar GDP diukur menggunakan spektrofotometer. Uji Wilcoxon terhadap kadar GDP pasca induksi dan perlakuan, didapatkan p=0,000, menunjukkan perbedaan signifikan kadar GDP antar kelompok normal dan DM. Uji Kruskal-Wallis terhadap kadar GDP pasca perlakuan juga demikian, didapatkan p<0,05. Uji post hoc Mann-Whitney: I vs II p=0,006; I vs III p=0,006; I vs IV p=0,045; I vs V p=0,025; II vs III p=0,361; II vs IV p=0,917; II vs V p=0,584; III vs IV p=0,715; III vs V p=1,000; IV vs V p= 0,584, yang berarti perbedaan hanya antara kelompok normal dengan kelompok diabet dengan atau tanpa perlakuan sari markisa ungu, namun tidak ada perbedaan antar kelompok DM tanpa atau dengan perlakuan sari markisa ungu. Kesimpulan penelitian adalah tidak terdapat perbedaan kadar GDP antara kelompok kontrol DM dengan kelompok yang diberi perlakuan sari markisa ungu berbagai dosis.ÃÂÃÂ |